Tips Mengatasi Disfungsi Seksual Pada Pria

Ada beberapa penanggulangan dan tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi Disfungsi Seksual Pria dan mengembalikan Gairah Seksual Pria, antara lain:

1. Melakukan olah gerak, seperti melakukan olah gerak pada otot – otot bagian perut karena olah gerak ini bagian yang penting untuk melakukan penetrasi yang bertahan lama, dengan cara melakukan sit – up tidak harus melentangkan badan terlalu banyak.

2. Memakai sabuk keamanan atau pelindung pada alat vital pada saat aktivitas olahraga seperti berlari, melompat agar tidak terjadi guncangan dan cedera

3. Hilangkan rasa gugup atau takut, karena hal ini dapat menyebabkan pasangan tidak bergairah

4. Serotonin merupakan salah satu bahan obat untuk mengobati depresi, Serotonin merupakan bagain penting ketika anda merasa puas setelah melakukan aktivitas seksual. Serotonin juga dapat membantu anda tertidur setelah orgasme

5. Mengonsumsi vitamin, buah – buahan disertai pola makan yang baik dan teratur

6. Hindari rokok atau mengurangi kebiasaan merokok bagi perokok aktif atau pasif

7. Hindari minuman ber-alkohol

8. Biasakan mengonsumsi air putih dan menjaga kebersihan organ intim anda

Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Pria | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Seksual Pada Pria

Tanda-tanda Disfungsi Seksual yang terjadi pada pria dapat diamati gejalanya  seperti :

1.  Penurunan Libido ( gairah seksual ), masalah dengan ejakulasi termasuk ejakulasi yang tidak terkendali sebelum atau segera setelah penetrasi vagina (ejakulasi premature)

2. Masalah dengan berat badan ( Obesitas ) dikarenakan pola makan yang tidak baik, disertai kurangnya konsumsi vitamin dan buah – buahan secara teratur.

3. Pengaruh usia, biasanya untuk pria yang berusia lanjut atau dikenal dengan Andropause, produksi hormon Testosteron berkurang, setelah orgasme, ereksi tidak bisa diperoleh untuk suatu jangka waktu (periode refractory), sering selama 20 menit atau kurang pada pria muda tetapi lebih lama pada pria yang lebih tua. Waktu diantara ereksi biasanya meningkat sesuai usia pria.

4. Penyakit Diabetes Melitus juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual atau disfungsi ereksi yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi maka tejadi penyempitan pada pembuluh darah temasuk pada pembuluh darah pada daerah sekitar reproduksi. penanggulan terbaik adalah mengobati penyakit Diabetes Melitus terlebih dahulu untuk mencapai orgasme yang baik pada saat melakukan aktivitas seksual agar mencapai gairah seksual kembali.

5. Impotensi ( Tekanan darah tinggi ), yang menyebabkan pembuluh darah menjadi beku tidak hanya terjadi di bagian pembuluh jantung ataupun otak tapi disekitar alat vital ( Genital ).

6. Penyakit akibat infeksi, dari penyakit TBC, HIV dan hepatitis menyebabkan penurunan kadar estrogen dan neurotransmitter sehingga mengakibatkan kurangnya rangsangan.

7. Rokok, dan narkoba. Rokok selain menyebabkan kanker paru – paru, rokok juga dapat mempengaruhi disfungsi seksual dan penurunan hormon. Narkoba menyebabkan timbulnya penyakit dalam tubuh dan perusakan syaraf.

Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Pria | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengertian Disfungsi Seksual

Pengertian Disfungsi seksual ialah suatu gangguan yang berhubungan dengan fase tertentu dari proses siklus seksual. Disfungsi Seksual atau yang biasa juga dikenal sebagai Disfungsi Ereksi, definisi yang bisa didapat ialah dimana ereksi tidak dapat dicapai atau mengalami kegagalan untuk mendapatkan atau mempetahankan pada saat melakukan aktivitas seksual sendiri maupun bersama pasangan.

Aktivitas seksual merupakan kebutuhan biologis setiap manusia. Disfungsi seksual itu sendiri dapat dialami oleh pria maupun wanita.

Ada beberapa penyebab Disfungsi Seksual seperti beberapa gangguan atau penyakit baik fisik ataupun Psikologi.

  • Penyakit yang dilihat dari segi fisik seperti : Diabetes Melitus, menurunnya hormon pada pria, rokok, narkoba, alkohol atau akibat operasi prostat pada pria, anemia, kurang gizi dan lain sebagainya.
  • Sedangkan penyakit dari segi Psikologi , seperti : Psikosis, defresif, fobia, atau gangguan kepribadian atau psiko seksual, gangguan intelegensia dan gangguan lainnya.

Disfungsi Seksual dapat terjadi pada Pria dan Wanita.

Posted in Disfungsi Seksual | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Frigiditas Pada Wanita

Sering dikatakan bahwa pria lebih sering ingin berhubungan seks daripada wanita. Namun pendapat ini bisa saja sekedar dari isapan jempol belaka. Banyak pakar pada terapi seks yang mengatakan wanita juga lebih ingin berhubungan seksual daripada wanita. Jika pada pria, biasanya disfungsi seksual yang dialami adalah seperti  disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, pada wanita juga terdapat disfungsi seksual berupa frigiditas. Bagaimanapun juga istilah dari frigiditas pada wanita sering dipakai untuk mereka yang tidak bisa bergairah dalam berhubungan seksual dan hal ini merupakan salah satu disfungsi seksial pada wanita.

Pasangannya juga tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi situasi yang demkikian karena dianggap masalah itu haruslah diselesaikan sendiri. Pada lain pihak biasanya juga ada pernyataan yang sama kelirunya yang mengatakan tidak ada wanita yang mengalami frigiditas yang ada hanyalah pria yang tiak mengerti bagaimana carnya untuk membangkitkan gairah dari seks wanitanya.

Meski terdapat adanya suatu kasua berupa dimana wanita memang mempunyai hanya sedikit hasrat mengenai seks dan juga ada pula yang berminat namun tidak bisa mencapai klimak. Masalah seks dan hubungan seksual ni merupakan suatu hubungan dua arah. Seorang pria yang mengatakan bahwa pasangannya mengalami frigiditas pada wanita mungkin memang tidak mengerti cara untuk menyelami bagaimana haruslah bertindak dengan keadaan yang ada. Namun, pada mereka atau wanita yang menagalmi masalah frigiditas ini bisa melatih diri untuk membangun energy seksialnya. Terlebih lagi jika tidak dijumpai pada fungsi organ seksual tersebut.

Untuk melakukan suatu hubungan seksual yang sehat dan juga harmonis, setidaknya juga harus dilandasi dengan rasa cinta kasih dan sayang. Dengan demikian, harapan dan juga keinginan dari tercapainya dan terciptanya suatu kebahagiaan serta rasa saling percaya pada pasangan suami istri hingga akhir hayat menjadi terwujud.

Masalah  frigiditas pada wanita bisa saja dikaitkan dengan berbagai hal yang menjadi penyebabnya dan akibatnya, antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Ada wanita yang merasakan bahwa dalam melakukan senggama ia tidak merasakan sama sekali.
  2. Gairah seksualnya menjadi tidak bangkit dan juga kadang terjadi suatu perubahan pada perasaan.
  3. Otot-otot yang ada pada vagina cepat mengejang sehingga penis tidak bisa masuk.
Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Wanita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Seksual Pada Wanita Menopause

Menopause yang terjadi pada setiap perempuan berbeda-beda. Masa itu dapat saja terjadi ketika memasuki usia 40-50 tahun. Jika seorang perempuan telah menjalani operasi pengangkatan indung telur, maka masa menopasuenya akan datang lebih awal dari yang seharusnya. Menopause adalah saat berhentinya siklus menstruasi dalam perkembangan seksual seorang perempuan. Dengan begitu, proses ovulasi tidak lagi terjadi karena hormone estrogen yang selama ini diproduksi seudah berkurang jumlahnya. Karena hormone estrogen membentuk jaringan-jaringan lunak pada saluran alat kelamin dan payudara perempuan, bagian-bagian tersebut mengalami perubahan secara pelan-pelan. Perubahan ini diikuti juga dengan berkurangnya elastisitas kulit, rambut yang mengalami kerontokan, dan terjadinya osteoporosis. Dan masalah seksual pada wanita menopause juga bisa terjadi.

Beberapa gejala menopause lainnya adalah timbulnya hawa panas atauu yang biasa dikenal dengan hot flashes secara tiba-tiba pada sekujur tubuhnya  atau kulit leher dan muka menjadi kemerah-merahan di sertai rasa kesemutan diseluruh tubuh. Rasa tersebut bersifat hilang timbul yang dalam sehari bisa terjadi beberapa kali. Sejalan dengan perkembangan waktu, perasaan ini akan semakin berkurang dan ini menimbulkan masalah seksual pada wanita menopause. Gejala lain berupa perubahan mental, seperyti insomnia, sakit kepala, mudah marah, tersinggung dan letih.

Menopause untuk sebagian wanita dianggap sebagai awal dari masa tua dan akhir dari sebuah kehidupan. Anggapan seperti itu tidak beralasan sama sekali karena yang lebih penting dilakukan adalah belajar menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi dengan menjaga kesehatan, mengatur pola makan, dan mencari kegiatan baru. Menopause tidak berarti seorang wanita meghentikan aktivitas sekusualnya. Pada kenyataannya masa menopause tidak mempengaruhi kemampuan seksual seorang perempuan. Hanya yang terjadi, masalah seksual pada wanta menopause adalah hasrat seksualnya terhadap seks sudah mulai turun karena sebagian perempuan merasa dirinya sudah tidak menarik lagi bagi pasangannya.

Meskipun demikian, ada juga beberapa wanita yang menikmati masa-masa ini sebagai masa kebebasannya. Bebas untuk menjaga anak-anaknya dan bebas dari kehamilan. Dengan begitu mereka memliki lebih banyak waktu untuk berdua saja dengan pasangannya. Penambahan hormone estrogen, baik melalui oral maupun suntikan, sebenarya tidak diperlukan. Hormone ini masih tetap diproduksi oleh kelenjar tertentu hingga melewati masa menopause. Jadi, menopause hanyalah salah satu perubahan yang terjadi pada usia pertengahan dan bukan akhir dari suatu kehidupan.

Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Wanita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Seksual Pada Wanita

Dulu kaum wanita merasa risi membicarakan masalah sekualnya. Sekarang perempuan lebih menginginkan adanya perubahan terhadap lingkungan dan pandangan yang meliputi segala aspek kehidupan seksualnya. Hal ini dapat dilihat melalui banyaknya artikel tentang masalah seksual pada wanita, baik yang dimuat dalam media cetak maupun yang ditanyangkan melalui media eletronik. Melihat begitu banyaknya perubahan yang terjadi, agaknya kaum perempuan sebenarnya memiliki masalah-maslaah seputar kehidupan seksualnya. Meskipun tidak semua perempuan sepenuhnya memperhatikan masalah ini, setidaknya masalah ini sudah mulai terungkap. Pada perempuan gangguan seksual atau dalam duniakedokteran biasa disebut dengan disfungsi seksual adalah terganggunya fungsi aktivitas seksual yang normal. Penyebab disfungsi seksual pada wanita adalah bisa bersifat psikologis, bisa juga fisik. Gangguan fisik yang terjadi antara lain adanya beberapa penyakit, seperti diabetes, sakit jantung, kelainan saraf, penyalahgunaan obat, merokok dan alkohol. Gangguan psikologis antara lain perasaan risih terhadap seks, rasa bersalah, perselingkuhan, dan kurangnya komunikasi terhadap pasangan tentang apa yang menjadi keinginannya dalam beraktivitas seksual.

Berbeda dengan kaum laki-laki yang ketika menemukan disfungsi seksual menimpanya secepat kilat akan berusaha untuk mengobatinya dengan cara apapun, pada kaum wanita, sebagian besar lebih bersikap pasrah dan dapat menerima kenyataan ini. Ada beberapa bentuk masalah seksial pada wanita, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Gangguan nafsu seksual
    Seperti halnya laki-laki, peremouan memiliki nafsu seksual yang berbeda-beda. Gangguan nafsu seksual maksudnya kurang atau hilangnya sama sakali nafsu seksual seseorang, sehingga terjadi penolakan terhadap segala bentuk aktivitas seksualnya. Pada dasarnya, seorang wanita dapat berhubungan seksual sejauh dirinya memiliki nafsu seksual yang sehat. Tidak ada seorang perempuan pun yang benar-benar kehilangan nafsu seksualnya, yang ada hanyalah menurunnya nafsu seks yang dimiliki. Penyebab masalah ini adalah faktor psikologis atau obat-obatan tertentu yang dapat menurnkan nafsu seksual, seperti obat psikoaktif, obat jantung dan hipertensi, serta hormonal.
  2. Gangguan rangsangan
    Masalah seksual pada wanita yang satu ini adalah suatu kondisi ketika seseorang tidak pernah dapat mencapai atau mempertahankan rangsangan seksual yang didapatnya, s ehingga tidak terjadi lubrikasi dalam vagina. Selanjutnya, vagina akan tetap kering
  3. Gangguan orgasme atau anorgasmia
    Orgasme merupakan peristiwa puncak rangsangan seksual. Gerakan otot-otot dinding vagina dan kontraksi yang terjadi pada otot rectum menimbulkan perasaan yang menyenangkan bagi siapapun yang mengalaminya, lkarena setiap orang memiliki kemampuan untuk mengalami orgasme. Dengan adanya gangguan orgasme, seorang wanita  tidak akan peernah menkmati kepuasan seksual secara maksimal. Gangguan orgasme atauu anorgasmia dipengaruhi oleh faktor psikis. Kadang-kadang dapat juga diketahui penyebabnya dari adanya kelainan pada system pembulut darah atau saraf. Untuk mengetahu penyebb yang pasti, seseorang tersebut harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli terapi seks.
Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Wanita | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gangguan Disfungsi Seksual

Sebelum tahun 1980, gangguan disfungsi seksual dengan sebab apapun digolongkan ke dalam sistilah impotensi untuk pria dan frigiditas untuk wanita. Sejak saat itu, klasifikasi gangguan disfungsi seksual telah berkembang dan kini berdasarkan pada orientasi fisiologis yaitu suatu model seksualitas manusia yang teridiri dari empat fase. Klasifikasi ini membagi sindrom disfungsi seksual menjadi ganguan hasrat seksual, gangguan eksitasi atau gairah, dan gangguan orgasme. Fase keempat pada respons seksual manusia, yaitu resolusi, jarang mengalami gangguan. Gangguan hasrat seksual meliputi perilaku seksual atau libido yang hiperaktif atau hipoaktif dan penolakan seks. Gangguan pada fase eksitasi meliputi disfungsi ereksi, dipareunia, dan vaginismus. Gangguan organsme meliputi orgasme yang sulit pada wanita dan ejakulasi dini pada pria.

Perilaku seksual yang normal dapat merupakan keseimbangan antara motor erotic, yang mendorong hasrat untuk aktivitas seksual, dan rem seksual yang menjaga keinginan tersebut tetap terkendali. Sinyal-sinyal yang mendorong dan menghambat tampaknya bertemu pada pusat spesifik dihipotalamus dan system limbic untuk menghasilkan hasrat seksual yang merupakan satu kesatuan. Kemungkinan hanya bagian akhir dari kesatuan ini yang mengalami kelainan. Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mengetahui kelainan pada hasrat seksual. Dengan demikian, diagnosis gangguan disfungsi seksual hanya berdasarkan pada kulihan subjektif mengenai adanya kelainan libido yang menyebabkan distress pada indivdu tersebut mauun kesulitan dalam  berhubungan dengan orang lain.

Dua kelompok gangguan disfungsi seksual yang berbentuk gangguan gairah seksual yang dikenal adalah gangguan seksual hipoaktif (hypoactive sexual disorder, HSD) dan gangguan penolakan seksual. HSD didefinisikan sebagia penurunan (atau tidak ada)-nya fantasi seksual atau hasrat untuk aktivitas seksial yang menetap atau berulang. Ganguan penolakan seksual adalah penolakan yang ekstrem terhadap atau penghindaran terhadap semua (atau hampir semua) kontak seksual genital dengan pasangan seksual yang bersifat menetap atau berulang. Dari sejumlah pasien yang berobat untuk gangguan hasrat seksual, 79% mengalami HSD, 20% mengalami gangguan penolakan seksual, dan 1% mengalami ganguan seksual hiperaktif. Penyebab gangguan  hasrat seksual dapat bersifat organic atau psikososial. Penyebab organic meliputi defisiensi testosterone, penyakit kronis, penggunaan obat-obatan tertentu yang bekerja sentral, dan gangguan psikiatrik. Penyebab psikogenik eliputi stimulus yang secara psikologis bersifat represif seperti rasa cemas, marah, persepsi terhadap pasangan yang menimbulkan perasaan jijik, atau pengalaman negative dalam berhubungan seksual.

Pengiobatan pada ganguan hasrat seksual bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoreksi masalah organic yang mendasari. Osikoterapi mungkin bermanfaat pada pengobatan gangguan hasrat seksual denhan etiologi nonorganic. Pasienn disfungsi seksual berkepanjangan dengan etiologi organim seringkali disertai masalah psikososial. Konseling individual atau kelompok dapat sangat bermanfaat sebagai terapi tambahan pada pasien.

Posted in Disfungsi Seksual | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Seksual Pada Pasutri

Salah satu kunci kehamonisan hubungan suami istri adalah kepuasaan seksual. Tentu saja, komunikasi yang lancar, saling menghargai, saling menghormati dan saling percaya menjadi faktor lainnya. Menurut Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd FAACS, memuaskan pasangan mempunyai arti yang dalam. Kita tidak dapat melihatnya hanya dari segi suami atau istri saja, semua harus dilihat dari berbagai aspek.

“Pertama masing-masing pihak harus memikirkan kepuasan seksual pasangannya. Kedua, masing-masing pihak juga harus merasakan kepuasan seksual. Disinilah terkandung prinsip saling melayani untuk kepentingan bersama,” lanjut Wimpie yang merupakan Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali.

Tetapi, fakta sering berbicara lain. Para suami setelah mencapai klimaks sering melupakan pasangannya yang belum mencapai orgasme. Parahnya lagi, suami sering tertiur di samping istri yang belum merasakan kepuasan yang sama. Dalam konteks inilah, tamabh Wimpie, timbul keluhan di pihak perempuan yang menganggap pria egois. Masalahnya adalah, banyak perempuan yang mengalami hambatan orgasem yang dengan sendirinya mengalami ketidakpuasaan seksual.

disfungsi-seksual

“Di antara beberapa hambatan orgasme pada perempuan, penyebab utama adalah gangguan fungsi seksual (disfungsi seksual) yang dialami pihak lelaki dan tidak disadari oleh yang bersangkutan. Disfungsi seksual yang sering dialami pia dan menghamba orgasme perempuan adalah ejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Parahnya, selain yangg bersangkutan tidak menyadari gangguan itu, ada juga faktor ketidakpedulian pria terhadap kebutuhan seksual perempuan. Banyak pria yang menganggap perempuan sebagai makhluk seksual yang tidak mempunyai kebutuhan seksual.

Faktor yang mempengaruhi disfungsi seksual pada pasutri

Wimpie mengemukkan, fungsi seksual dipengaruhi dua faktor yakni fisik dan psikis. Faktor fisik misalnya hormon seks, pembuluh darah, saraf, penggunaan obat dan gaya hidup yang tidak sehat. Sedangkan psikis terlibat semua faktor kejiwwaan seperti pengalaman seksual pertama kali, kejenuhan, kekecewaan dan kejengkelan.

Seksolog Dr. Naek L Tobing menuturkan faktor kejiwaan meliputi segala jenis masalah yakni pikiran, perasaan, dan perilaku sendiri, pengaruh istri, hubungan antara suami dan istri serta hubungan dengan orang lain yang dapat mengganggu kesehatan seksual termasuk ereksi. Berbeda dengan faktor fisik, faktor kejiwaan dan sulit diukur. Misanya seorang suami tidak menyukai istri karena istri mudah emosional atau marah, hal itu akan menyebabkan ereksi terganggu, tidak bisa melakukan senggama. Selanjutnya dapat ditebak, istri kecewa sehingga kepuasan seksual dari keduanya tidak akan tercapai.

Begitu juga dengan kualitas hubungan suam-istri sangat mempengaruhi kehidupan seks. Pasutri yang mesra secara emosional menyatu, saling mencintai, cocok dalam kehidupan sehari-hari akan mendukung kehidupan seks yang baik. Bila kondisi demikian telah diperoleh, saat akan melakukan aktivitas seksual, pasutri dapat mesra dan menyatu dalam bercumbu sampai senggama. Saa libido muncul, bercumbu dan senggama akan tercapai kepuasan seksual yang maksimal.

Dr. Naek mengemukakan, hubungan psikoemosional yang tidak baik dapat mempengaruhi seks. Sifat, hobi, keuangan, cara mengurus anak, keluarga besar dan lain-lain perlu kecocokan aatu paling sedikit dapat ditoleransi sehingga tidak menimbulkan percecokan besar. Bila masalah psikoemosional cukup berat misalnya sifat suami istri paling berlawanan, dapat merusak kehidupan seks.

Pasangan yang mengalami keretakan hubungan yang berat, mungkin sudah lama tidak senggama. Bahkan ada yang sudah pisah kamar. Pada akhirnya, kehidupan seks terganggu dan dapat menimbulkan masalah besar seperti perceraian. Sepanjang masalah psikoemosional atau konflik tidak terlalu berat, besar kemungkinana suami istri dapat melakukan senggama secara normal dan memuaskan. Oleh karena itu, hubungan psikoemosional dan seks harus saling sejalan.

“Agar dapat mencapai orgasme dan kepuasan seksual bagi masing-masing pasangan, maka fungsi seksual harus dalam keadaan baik dan normal. Hal tersebut berlaku baik bagi pria dan perempuan,” kata Wimpie. Setiap gangguan baik pada faktor psikis atau fisik, papar Wimpie dapat mengakibatkan salah satu atau lebih gangguan disfungsi seksul.

Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Pria, Disfungsi Seksual Wanita | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Macam-Macam Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual juga disebut disfungsi psikoseksual, ketidakmampuan seseorang untuk mengalami gairah seksual atau untuk mencapai kepuasan dibawah kondisi yang tepat, sebagai hasil dari gangguan fisik atau lebih umum, masalah psikologis. Bentuk yang paling umum dari disfungsi seksual secara tradisional telah diklasifikasikan sebagai impotensi (ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis) dan firigiditas (ketidakmampuan wanita untuk mencapai gairah atau orgasme selama hubungan seksual). karena istilah-istilah impotensi dan firigiditas telah mengembangkan konotasi merendahkan dan menyesatkan, mereka tidak lagi digunakan sebagai klasifkasi ilmiah yang telah digantikan oleh hal yang lebih spesifik, namun kedua istilah tetap dalam pemakaian umum, dengan berbagai arti dan asosiasi.

Pria hanya memerlukan waktu beberapa detik untuk ereksi. Tapi jika mereka tidak senang, ereksi berkurang dan kembali ke ukuran normal dalam hitungan detik. Penis yang eresksi membuat seks menjadi menyenangkan. Jika seorang pria menghadapi masallah ereksi, akan sangat sulit unutk memuaskan wanita. Mengambil tablet atau obat lain tidak akan membantu setelah anda mulai berhubungan seks dengan pasangan anda.

Macam-macam disfungsi seksual sendiri ada 5 yaitu :

1. Gangguan dorongan seksual, gangguan dorongan seksual dipengaruhi oleh beberaoa  faktor yaitu hormon testosteron, kesehatan tubh faktor psikis, dan pengalaman seksual sebelumnya. Jika diantara faktor tersebut ada yang menghambat atau faktor tersebut terganggu, maka akan terjadi GDS.

2. Gangguan ereksi atau disfungsi ereksi berarti ketidakmampuan mencapai  atau mempertahankan ereksi penis yang cukup kuat untuk melakukan hubungan seksual dengan baik.

3. Gangguan ejakulasi atau ejakulasi dini. Ejakulasi dini merupakan ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sampai pasangannya mencapai orgasme, paling sedikit 50 persen  dari kesempatan melakukan hubungan seksual. Berdasarkan waktu, ada yang mengatakan penis yang mengalami ED bila ejakulasi dalam waktu kurang dari 1-10 menit.

4. Disfungsi orgasmeadalah terhambatanya atau tidak tercapainya orgasme yang bersifat persisten atau berulang setelah memasuki fase rangsangan (excitement phase) selama melakukan hubungan seksual.

5. Dispareunia berarti hubungan seksual yang menimbulkan rasa sakit pada kelamin atau sekitar kelamin.

Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Pria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual adalah ketidakmampuan menikmati secara penus  suatu hubuungan seks dengan pasangan. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya disfungsi seksual. Ada beberapa jenis disfungsi seksual pada pria. Disfungsi seksual tidak hanya disebabkan oleh satu jenis penyebab saja, namun dengan berbagai penyebab yang kadang tidak disadari oleh para pria.

Hasrat seksual gangguan atau penurunan libido ditandai dengan tidak adanya atau tidak adanya selama beberapa waktu hasrat seksual atau libido untuk aktivitas seksual atau fantasi seksual. Birahi gangguan sebelumnya dikenal sebagai frigiditas pada wanita dan impotensi pada laki-laki, meskipun ini sekarang sudah diganti dengan istilah-istilah menghakimi kurang.

Impotensi sekarang dikenal sebagai disfungsi ereksi, dan frigiditas telah diganti dengan sejumlah istilah-istilah yang menggambarkan masalah tertentu dengan, misalnya, keinginan atau gairah. Orgasme gangguan yang terus menerus penundaan atau tidak adanya orgasme yang mengikuti fase gairah seksual yang normal. Gangguan ini dapat memioliki asal-usul fisik, psikologis, atau farmakologi.

Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Pria, Disfungsi Seksual Wanita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Disfungsi Seksual Pria

Pemenuhan kebutuhan seksual, begitu pula halnya dengan keberhasilan reproduktif, tergantung pada beberaoa tingkat fungsional. Kemampuan seorang laki-laki yang terangsang untuk melakukan hubungan seksual bergantung pada ereksinya. Kegagalan dalam mengalami atau mempertahankan ereksi disebut impotensi. Walaupun hampir semua laki-laki mungkin akan mengalami impotensi sementara, kegagalan potensi jangka panjang yang bukan disebabkan oleh penyakit, telah menimbulkan kepedulian medis.

Yang paling sering, impotensi disebabkan oleh faktor-faktor psikogenik, suatu respons terhadap konflik emosional atau kebingungan psikis.

Disfungsi ereksi (DE) merupakan kondisi yang sering dilaporkan terjadi pada laki-laki penderita diabetes dan mempengaruhi kualitas hidup penderitanya, namun faktor-faktor yang memprediksi DE pada diabetes belum banyak diketahui. Beberapa faktor yang diduga sebagai prediktor adalah umur, lama menderita diabetes, lingkar abdomen, tekanan darah sistolik maupun diastolik, kadar gula darah, kadar hemoglobin terglikosilasi (HbA1C), kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida.

Penyebab disfungsi seksual pada pria adalah kecanduan lakohol dalam dosis kecil mungkin awalnya tak mengganggu. Namun bila sudah kecanduan, akan menimbulkan gangguan metabolisme yang pasti akan mengganggu keseimbangan maupun fungsi hormonal.


Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Pria | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Seksual Pada Kaum Pria

Pria yang mengalami disfungsi seksual disebut impoten atau lemah syahwat. Ia tida bisa berhubungan seks secara benar karena penisnya tidak ereksi. Kalaupun bisa, ereksinya tidak sempurna sehingga tidak cukup kuat untuk bisa melakukan penetrasi apalagi memecahkan selaput dara.

Pria seperti ini masih punya gairah seks yang menggebu, hasrat seksualnya masih normal, namun tidak bisa mewujudkannya seperti yang diinginkan. Hal ini menyakitkan, bahkan bisa menimbulkan kelainan yang berpengaruh pada caranya bersikap.

Pada pria biasanya disfungsi seksual disebut dengan disfungsi ereksi. Hal ini menunjukkan gangguan ereksi sehingga tidak mampu melakukan hubungan seksual dengan baik. Ereksi berkepanjangan berarti ereksi yanh terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama, sampai sekitar 4 jam. Gangguan ejakulasi dapat berupa ejakulasi yang terlampaui cepat dan tidak dapat dikontrol, yang disebut ejakulasi dini. Sebaliknya, ejakulasi terhambat yaitu ejakulasi yang tidak dapat terjadi di dalam vagina, tetapi dengan cara lain dapat terjadi.

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan berulang pada pria dalam mencapai dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Disfungsi ereksi bersifat ringan jika pria tersebut biasanya masih dapat mencapai dan mempertahankan ereksi, bersifat sedang jika ia tidak selalu dapat mencapai atau mempertahankan ereksi, atau bersifat komplet jika ia tidak pernah mampu untuk mencapai dan mempertahankan ereksi.

Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Pria | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Macam-Macam Disfungsi Seksual Wanita

Masalah disfungsi seksual selama ini lebih banyak menyoroti sisi kaum pria saja. Padahal, kondisi tersebut bisa juga terjadi pada perempuan. Umumnya, masalah disfungsi seksual baik pada pria maupun perempuan dipicu oleh berbagai gangguan dan penyakit, baik fisik maupun mental.

Disfungsi seksual pada perempuan bisa terjadi pada usia berapa pun. Tetapi, masalah ini umumnya muncul pascamelahirkan atau selama proses menopause.

Disfungsi seksual pada wanita dapat di sebabkan karena kondisi medis tertentu,misalnya tekanan darah tinggi atau diabetes dapat juga di sebabkan karena iritasi atau infeksi pada daerah vagina bisa juga reaksi terhadap alat konstrasepsi,obat yang di gunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi,depresi,dan kanker.

Gejala-gejala disfungsi seksual pada wanita dapat di kenali dengan kurangnya hasrat seksual,ketidakmampuan menikmati hubungan seksual,cairan pelumas vagina yang keluar tidak cukup untuk hubungan sesk dan tidak mampu mncapai orgasme meskipun sudah mndapat rangsangan.

Dyspareunia mungkin disebabkan oleh kurangnya pelumasan (kekeringan vagina) pada wanita. Pelumasan miskin dapat hasil dari kurangnya kegembiraan dan stimulasi, atau dari perubahan hormon yang disebabkan oleh menopause, kehamilan, atau menyusui. Iritasi dari krim kontrasepsi dan busa juga dapat menyebabkan kekeringan, karena dapat takut dan kecemasan tentang seks.

Posted in Disfungsi Seksual, Disfungsi Seksual Wanita | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment