Gejala Disfungsi Seksual

Gejala Disfungsi Seksual  – Masalah seksual harus dievaluasi dengan memandang hubungan yang mendasarinya. Hubungan dapat diklasifikasikan menjadi stabil atau tidak stabil serta memuaskan atau mengecewakan. Sebagian besar masalah hubungan meliputi kesulitan berkomunikasi, konflik dan komitmen.

Gejala Disfungsi Seksual

Gejala Disfungsi Seksual

Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual merupakan kondisi di mana fungsi seksual dalam tubuh seseorang sudah mulai melemah. Kondisi itu dapat terjadi ketika kita masih muda, maupun pada usia lanjut karena kondisi fisik dan mental yang semakin berkurang.

Kesulitan cenderung bervariasi pada berbagai tingkat hubungan jangka panjang seperti perjalanan pasangan dalam pernkahan bertahun-tahun. Banyak masalah seksual terjadi karena hubungan yang sedang terancam runtuh atau perpisahan (termasuk kematian pasangan).

Wanita tidak selalu berorientasi pada seks. Inilah yang membuat wanita berbeda dengan pria. Wanita lebih mengutamakan kedekatan dan keinginan untuk disayang oleh pasangannya. Kalau kebutuhan ini tidak pernah diketahui dan jarang sekali dipenuhi, lambat laun hal ini akan menjadi penyebab gejala disfungsi seksual pada wanita.

Sedangkan Gejala Disfungsi Seksual  yang terjadi pada pria adalah salah satunya disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi merupakan momok menakutkan bagi seorang pria. Padahal tidak semua kasus DE memerlukan penanganan secara medis. Ada beberapa hal yang berasal dari gaya hidup yang dapat menganggu fungsi ereksi seperti, stress, terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, kecemasan yang berlebihan dan lain lain.

4 kelompok utama masalah seksual ditangai pada raktik klinis disfungsi seksual (yang tersering), masalah dorongan seksual, masalah jenis kelamin, serta variasi dan penyimpangan seksual. Sekitar 10% pasien yang mendatangi praktek umum sedang mengaolami semacam masalah seksual maupun kesulitan dalam hubungan.

Tiga hal umum yang penting :

  • kuantitas dan jenis aktivitas seksual yang dipilih tiap orang sangat berbeda, dan merupakan hal yang penting bagi mereka.
  • bila terdapat masalah dalam hubungan yang timbul bersamaan  dengan disfungsi seksual, yang dirujuk sebagaipasien biasanya hanya salah satu pasangan, tetapi pertemuan dengan keduanya harus ditawarkan. Prognosis masalah menjadi buruk jika kedua pasangan tidak mendatangi pertemuan tersebut.
  • umumnya mudah untuk mengenali aspek masalah seksual yang spesifik, tetapi sulit untuk menilai hubungan antar-pasangan dari evaluasi singkat.

Banyak orang tidak menyadari kehidupan seksual sangat mempengaruhi kualitas hidup. Aktivitas seksual sebagai salah satu aspek dalam menilai kualitas hidup manusia. Berarti kalau kehidupan seksualo terganggu maka kualitas hidup juga terganggu. Sebaliknya kalau kehidupan seksual baik dan menyenangkan maka kualitas hidup menjadi lebih baik. Karena itu disfungsi seksual harus segera diatasi dengan cara yang benar bedasarkan ilmu pengetahuan terkini. Lebih baik lagi kalau dilakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi disfungsi seksual.

Golongan Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual pada pria dapat dikelompokkan menjadi :

1. Gangguan dorongan seksual (GDS) : dorongan seksual hipoaktif dan gangguan aversi seksual.

2. Gangguan ereksi : Disfungsi ereksi dan ereksi berkepanjangan

3. gangguan ejakulasi : ejakuasi dini dan ejakulasi terhambat

4. Disfungsi orgasme

5. Dipeareunia

Secara umum, ketika masalah terjadi pada tahap siklus respon seksual di atas, maka dapat menjadi permualaan masalah yang mengakibatkan disfungsi seksual. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah dengan terapi obat, yaitu mengkonsumsi obat-obatan yang bisa menangani disfungsi seksual.

Cara Mengatasi Gejala Disfungsi Seksual

Tumbuk 2 buah cabe jawa, 5 isi kedawung, 1 ruas kencur, 2 ruas jahe, seduh dengan ¼ gelas air hangat, diperas, disaring, saat akan diminum tambahkan dengan satu sendok madu hitam dan 3 kuning telur . Lakukan 1 kali sehari.

Cara mengatasi gejala disfungsi seksual yang bisa dilakukan yang diakibatkan oleh penyakit diabetes adalah dengan melakukan aktivitas atau gerak singkat yang sangat bermanfaat. Pepatah yang mengatakan sedikit-sedikit lama lama menjadi bukit rupangnya bisa berlaku untuk olahraga. Salah satu studi yang dilakukan membuktikan bahwa olahraga kecil yang dilakukan dengan teratur beberapa kali dalam sehari bisa lebih efektif dalam membantu mengendalikan darah dibandingkan satu olahraga besar yang dilakukan. Penelitian yang dilakukan pada sembilan pria dan juga wanita dewasa yang mempunyai gejala awal diabetes dan mengalami masalah gejala disfungsi seksual. Disaat pemeriksaan dilakukan, para partisipan menunjkkan peningkatan pada gula darah setelah mereja makan, kondisi yang kurang sehat ini biasanya akan terjadi selama berjam-jam. Partisipan tadi kemudian diminta untuk menjalani dua sesi dalam melakukan olahraga yang dilakukan secara terpisaj. Dalam sesi pertama partisipan yang berjalan diatas treadmill selama kurang lebih 30 menit. Pada sesi kedua, partisipan kemudian membagi olahraa yang mereka lakukan menjadi 3 baguan singkat dan masing-masing dilakukan 12 menit, olahraga ini dilakukan sebelim sarapan, makan siang dan juga makan malam.

Hasilnya mengejutkan, setelah sesi olahraga pertama yang dilakukan, tingkat gula darah setelah makan malam lebih rendah dibandingkan sebelum mereka memulai olahraga. Namun, hanya dengan melakukan olahraga sesi pendek efek tersebut akan nempak lebih nyata sepanjang hari, dan tidak hanya setelah makan malam saja. Tingkat gula darah pada partisipan tetap dalam keadaan rendah selama 24 jam setelah mereka melakukan olahraga sesi pendek. Ini menegaskan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan apapun yang bisa menurunkan dan juga mengatur pada tingkat gula darah, karena otot-otot yang mengalami kontraksi yang menarik gula dari aliran darah sebagai salah satu bahan bakar. Pesan yang lebih penting adalah bahwa olahraga yang siingkat yang dilakukan selama beberapa kali dalam sehari biasanya lebih efektif.

Ada dua macam bentuk olahraga yang bisa dilakukan yakni adalah sesi pendek yang bisa dilakukan dimana saja. Dan misalnya Anda bisa memilih jalan kaki dibandingkan dengan naik lif atau juga kendaraan atau bisa juga dengan melakukan jogging kecil di temoat. Yang paling penting adalah banyaklah melakukan olahraga atau aktivitas gerak dalam sehari untuk membantu mengurangi gejala disfungsi seksual.

Gejala Disfungsi Seksual


=====================================

>>> Obat Kuat Pria Macavit Untuk Stamina Pria, Ereksi Keras dan Kesuburan Pria, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Disfungsi Seksual and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *